HARIANPENA.COM,- Universitas Lampung (Unila) menggelar seminar terapi melalui pengobatan tradisional untuk keluarga sehat dan sejahtera, di Aula Fakultas Pertanian Unila, Jumat, 30 Januari 2026.
Kegiatan menjadi ruang edukasi publik terkait pentingnya menjaga kesehatan di tengah tingginya beban kerja masyarakat modern serta minimnya waktu istirahat. Seminar ini menjadi sarana untuk mewujudkan komitmen Unila untuk menghadirkan kontribusi nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, dalam sambutannya menyampaikan, aktivitas manusia modern saat ini lebih banyak diisi dengan bekerja dibandingkan beristirahat, sehingga aspek kesehatan kerap terabaikan.
Menurutnya, penguatan literasi kesehatan, termasuk pengenalan pengobatan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun, merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Ia menegaskan, ilmu pengetahuan tentang kesehatan, baik modern maupun tradisional, perlu dibagikan dan dimanfaatkan secara bijak agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menjaga kualitas hidup.
“Kesehatan adalah anugerah Allah subhanahu wa taala yang harus dijaga, dan ilmu tentang cara menjaganya adalah tanggung jawab bersama untuk terus dibagikan,” tegas Prof. Lusmeilia.
Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Ketua BPU Unila, Prof. Ayi Ahadiat, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Unila untuk menjadi institusi yang semakin berdampak bagi masyarakat.
Kehadiran alternatif kesehatan berbasis pengobatan tradisional yang telah teruji, baik melalui diskusi praktisi maupun kajian medis, menjadi bentuk nyata kontribusi Unila dalam menjawab kebutuhan kesehatan publik.
Ia menegaskan, upaya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar bersama agar kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga pusat solusi atas persoalan nyata di tengah masyarakat.
Seminar ini menghadirkan praktisi Totok Punggung Indonesia, Ustadz Abdurachman, serta Dosen Fakultas Kedokteran Unila sekaligus praktisi kesehatan, Dr. dr. Anggi Setiorini, M.Sc., AIFO-K, sebagai narasumber. Kegiatan dihadiri sivitas akademika Unila, Dharma Wanita Persatuan Unila, serta masyarakat umum.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPU Unila dan Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) Pusat sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam pengembangan edukasi dan layanan kesehatan berbasis pengobatan tradisional.
0 Komentar